Gizi pada penderita kanker
Kanker… Jika mendengar kata ini tentunya sangat menyeramkan. Tentunya kita semua tidak menginginkan penyakit ini ada dalam tubuh kita. Oleh karena itu, mulai dari sekarang sadarilah betapa pentingnya menjaga kesehatan guna terhindar dari penyakit yang satu ini. Pola makan dan gaya hidup sangat mempengaruhi timbulnya penyakit ini. Berikut merupakan sedikit pengetahuan seputar kanker dan penanganannya jika dilihat dari aspek gizi.
Apakah itu kanker???
Kanker merupakan penyakit sebagai akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan. Sel-sel ini merusak jaringan tubuh, sehingga mengganggu fungsi organ tubuh yang terkena. Kanker disebut juga Neoplasma maligna
Apa saja penyebab kanker?
Penyebab kanker belum diketahui dengan pasti, tapi sering dikaitkan dengan multifactor yaitu:
- Faktor lingkungan
- Kimiawi (polusi; gas buangan pabrik/ kendaraan, asap tembakau dan makanan yang mengandung karsinogen)
- Radiasi
- Virus
- Obat/ hormon
- Faktor genetic
- Seseorang yang memiliki keturunan penyakit kanker, dia rentan untuk terkena kanker juga.
Masalah gizi apa saja yang timbul pada penderita kanker?
Gangguan gizi pada penderita kanker biasanya disebabkan kurangnya asupan makanan, tindakan medic, efek psikologik, dan pengaruh keganasan sel kanker. Gejala kanker dalam keadaan berat dinamakan Cachexia yang manifestasinya secara klinis adalah anoreksia, perubahan ambang rasa kecap, penurunan berat badan, anemia, gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, Astenia (lemah dan kurang tenaga) serta perubahan fungsi imun.
Apa saja yang menyebabkan gangguan gizi pada penderita kanker?
Berikut merupakan factor penyebab gangguan gizi yang dapat timbul pada penyekit kanker diantaranya:
- Kurang nafsu makan yang disebabkan oleh factor psikologik dan lost respons terhadap kanker berupa cepat kenyang atau perubahan pada indra pengecap (lidah)
- Gangguan asupan makanan dan gangguan gizi karena:
- Gangguan pada saluran cerna, dapat berupa kesulitan mengunyah, menelan, dan penyumbatan
- Gangguan absorpsi zat gizi
- Kehilangan cairan dan elektrolit karena muntah-muntah dan diare
- Perubahan metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak
- Peningkatan pengeluaran energi
Bagaimana cara mengatasi gangguan makan pada penderita kanker???
- Bila mengalami anoreksia
- Memberikan makanan padat yang mengandung tinggi energi dan tinggi protein dengan menambahkan susu, telur, mentega, margarine kedalam makanan
- Dianjurkan makan makanan yang disukai atau dapat diterima walaupun tidak lapar
- Hindari minum sebelum makan
- Tekankan bahwa makan adalah bagian penting dalam program pengobatan
- Olahraga sesuai dengan kemampuan penderita
- Bila mengalami disgeusia, stomatitis, dan esofagistis
- Anjurkan agar cuci mulut dengan air atau soda kue 1 sdt dalam 500 ml air sebelum makan, karena air soda dapat menghilangkan warna keputihan pada lidah sehingga membuat lidah menjadi peka
- Memberikan jus atau makanan selingan berbahan buah-buahan dingin
- Memberikan makanan dengan rasa manis seperti gula, madu
- Menghindari makanan asin dan pedas, makanan keras, dan makanan panas
- Bila mengalami disfagia
- Minum dengan menggunakan sedotan
- Makanan/ minuman pada suhu kamar atau dingin
- Bentuk makanan saring atau cair kental, bila makanan lunak, bahan makanan dipotong kecil-kecil rata dan masak hingga lunak
- Hindari makanan terlalu asam atau asin
- Hindari makanan cair encer, makanan yang lengket pada palatum (langit-langit mulut), makanan yang licin. Karena bisa menyebabkan seseorang tersedak
- Bila mulut kering/ xerostomia
- Sajikan makanan/ minuman pada suhu dingin
- Bentuk makanan cair atau makanan yang lunak dan mudah untuk dikonsumsi
- Kunyah permen karet atau hard candy (permen tanpa gula) diantara waktu makan untuk menstimulasi kelenjar ludah
- Menganjurkan agar minum 8-10 gelas/ hari
- Gunakan sedotan untuk minum air
- Hindari makanan kering, makanan manis, dan makanan lengket
- Bila mual dan muntah
- Beri makanan kering (roti panggang, biscuit tanpa gula)
- Porsi makanan kecil dengan frekuensi 6-8 kali/ hari, diantaranya 3 kali porsi besar
- Hindari makanan yang berbau merangsang
- Hindari makanan lemak tinggi, pedas, panas
- Minuman harus dihisap perlahan
- Hindari makanan dan minuman yang terlalu manis
- Batasi minum pada saat makan
- Dianjurkan untuk tidak tidur setelah makan kurang lebih selama 1 jam setelah makan
- Apabila muntah anjurkan untuk minum banyak air untuk menghindari terjadinya dehidrasi
- Bila mengalami rasa cepat kenyang
- Memberikan makanan dalam porsi kecil dan frekuensi sering
- Menghindari minum sebelum makan
- Menghindari makan dalam posisi tidur
- Bila mengalami diare
- Menganjurkan agar minum banyak air dan air yang diminum dalam suhu ruang
- Memberikan makanan dengan porsi kecil, 6-8 kali sehari
- Menghindari makanan terlalu manis dan berlemak/ gorengan
- Menghindari konsumsi susu penuh selama diare
- Memberikan makanan sumber serat larut air
- Menghindari makanan yang bergas
- Bila mengalami konstipasi
Apakah ada makanan yang dapat mencegah kanker???
Dalam upaya pencegahan terjadinya kanker, maka anda perlu menghindari factor-faktor yang dapat memicu terjadinya kanker. Selain itu, anda dapat melakukan pencegahan melalui makanan yang anda konsumsi diantaranya:
- Konsumsilah serat larut dari sayuran dan buah-buahan untuk mencegah terjadinya kanker usus besar. Sayur dan buah dapat mengikat zat karsinogenik, misalnya nitrosamine yang terbentuk akibat pembakaran daging atau pemanasan minyak berkali-kali pada suhu tinggi
- Konsumsilah kedelai. Kandungan Phito-Esterogen pada kedelai dapat menghambat pertumbuhan kanker
- Kansumsilah sayur golongan Cruciverous (kembang kol, kol, brokoli) yang mengandung Sulforafan yang berfungsi sebagai antioksidan
- Konsumsilah Karotenoid dan Beta Karoten (wortel) sabagai antioksidan dan inhibitor sel kanker
- Menghindari makanan yang bersifat karsinogenik yaitu makanan yang diawetkan dengan garam dan diasap, mengandung nitrit atau nitrat, mendapat penambahan obat-obatan cuka
- Dianjurkan jika memasak tidak banyak menggunakan minyak atau lemak
Mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan fitokimia berkhasiat (the hijau, bawang putih, bawang merah)

